Inilah Daftar Makanan Terbaik Bagi Penderita Hemofilia

Hemofilia adalah penyakit darah sukar membeku yang disebabkan oleh faktor keturunan.  Keadaan darah sukar membeku pada pengidap hemofilia ini dikarenakan kekurangan faktor pembekuan darah, yang meliputi faktor VIII (penyebab hemofilia tipe A), faktor IX (penyebab hemofilia tipe B) dan faktor XI (penyebab hemofilia tipe C). Kondisi ini menyebabkan luka susah mengering dan pendarahan secara terus-menerus tanpa henti.

Seseorang yang menderita hemoflia sebaiknya berhati-hati saat beraktivitas agar tidak terjatuh dan terluka. Jika terluka, maka pendarahan yang dialami akan cukup lama untuk berhenti dan kering.

Berikut beberapa makanan terbaik bagi penderita hemofilia yang dianjurkan:

Meningkatkan Asupan Vitamin C

Selain meningkatkan kekebalan tubuh, vitamin C juga membantu proses pembekuan darah. Vitamin C berperan meningkatkan produksi kolagen di dalam tubuh. Dimana kolagen ini dapat berfungsi untuk mengurangi memar berlebihan pada penderita hemofilia. Beberapa jenis makanan yang mengandung tinggi vitamin C, seperti jeruk, strawbery, apel, nanas, kiwi, pepaya, paprika, kubis dan bayam.

 

Meningkatkan Asupan Kalsium

Selama ini kita mengetahui bahwa kalsium berperan dalam meningkatkan kesehatan tulang dan gigi. Sebenarnya, kalsium juga membantu proses pembekuan darah.

Kalsium merupakan mineral yang berguna mendukung pembentukan trombosit, mengurangi pendarahan berlebih pada luka dan meningkatkan pembekuan darah. Oleh karena itu, penderita hemofilia sangat dianjurkan mengonsumsi makanan tinggi kalsium. Beberapa makanan sumber kalsium, seperti brokoli, susu, yoghurt, tahu, keju, susu kedelai dan asparagus.

 

Meningkatkan Asupan Vitamin K 

Penderita hemofilia sangat disarankan untuk meningkatkan asupan vitamin K. Hal ini dikarenakan vitamin K dapat berperan dalam pembentukan glikogen yang meningkatkan fungsi hati untuk proses pembekuan darah. Selain itu, vitamin K juga membantu produksi protombin yang berguna dalam proses pembekuan darah. Beberapa makanan sumber vitamin K, yaitu brokoli, bayam, roti gandum dan kedelai.

 

Selain mengonsumsi jenis makanan diatas, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan oleh penderita hemofilia, yaitu:

  • Melakukan imunisasi, yang perlu diperhatika, imunisasi pada penderita hemofilia harus dilakukan di bawah kulit, bukan pada otot. Selain itu, juga harus dilakukan penekanan pada lubang bekas suntikan selama lima menit untuk mencegah dara keluar berlebihan.
  • Rutin menggosok gigi, hal ini bertujuan untuk mencegah gigi berlubang dan pencabutan gigi yang mengakibatkan pendarahan.
  • Hindari pengonsumsian obat-obatan tanpa resep dokter, seperti aspirin. Beberapa obat tertenttu dapat memicu pendarahan pada penderita hemofilia.
  • Melakukan olahraga secara teratur, hal ini bertuuan untuk menjaga sendi dan otot agar tetap kuat. Penderita hemofilia ringan dapat melakukan berbagai jenis olahraga, seperti sepak bola, tennis dan lainnya. Sedangkan penderita hemofilia berat, disarangkan melakukan olahraga ringan untuk menghindari terjadinya pendarahan, seperti berenang dan berjalan kaki.

 

244total visits,1visits today

,,,,,,,,,,,,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *