Minuman Musim Panas Kekinian, Float Kombucha

Yeay. Tren minuman kekinian telah muncul dan ini sangat menyenangkan karena justru seperti kembali ke minuman jaman dahulu. Yes! Float Kombucha!

Iya, seperti kedengarannya itu seperti teh kombucha dingin dengan gundukan es krim di atasnya atau guyuran yoghurt beku. Nyaammii.. Tapi, apakah minuman berbahan dasar teh fermentasi ini memang menyehatkan atau hanya ssbagai dessert selingan saja ya?

Apa itu Kombucha?
Secara sederhana, kombucha adalah teh yang difermentasi menggunakan bahan dasar teh hitam atau teh hijau. Fermentasi sendiri merupakan proses pengolahan bahan pangan dengan memanfaatkan mikroorganisme tertentu seperti ragi, bakteri atau yang lainnya untuk mengubah karbohidrat menjadi alkohol dan karbon dioksida. Proses ini juga dapat menghasilkan asam organik seperti asam asetat yang bersifat mengawetkan.

Sementara kombucha adalah teh manis yang difermentasi dengan jamur SCOBY (Symbiotic Colony of Bacteria and Yeasy) atau kumpulan simbiotik dari bakteri dan ragi. Koloni dari mikroba itu kemudian berperan mengubah karbohidrat dalam gula menjadi minuman probiotik sehingga membuat teh kombucha bercita rasa agak tajam, sedikit manis dan asam.

Berbagai jenis kombucha kini telah tersedia di toko bahan pangan organik, namun banyak orang yang lebih memilih untuk membuat teh kombucha sendiri di rumah. Cara termudahnya yaitu dengan membeli SCOBY atau kultur simbiotik bakteri dan ragi. Wujud SCOBY memang kurang indah dilihat tetapi itulah resep rahasia membuat minuman kombucha.

Sehatkah Kombucha untuk Kita?
Manfaat makanan fermentasi telah dipelajari selama bertahun-tahun. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal berjudul Recent Patents on Food Nutrition and Agriculture tahun 2012 menunjukkan bahwa bahan makanan dan minuman yang difermentasi dikonsumsi oleh 40 persen orang di dunia untuk melangsingkan tubuh.

Bahkan, para penikmat kombucha mengklaim bahwa minuman tersebut dapat membantu mengobati bahkan mencegah penyakit serius seperti darah tinggi hingga kanker. Namun belum ada penelitian yang membuktikan bahwa mengkonsumsi kombucha dapat memberikan manfaat besar semacam itu.

Namun, menurut Mayo Clinic, ada beberapa bukti bahwa sifat bakteri pada teh kombucha dapat memberikan manfaat yang mirip dengan suplemen probiotik seperti mendukung sistem kekebalan tubuh, menjaga sistem pencernaan juga sebagai penyemangat suasana hati atau mood booster.

Bahkan sebuah studi yang dipublikasikan dalam Anals of Generals Psychiatry pada 10 Februari 2017 menemukan bahwa kandungan probiotik dapat bermanfaat mengurangi gejala depresi. Selain itu, menurut Harvard Health Publishing, manfaat teh hijau dan teh hitam dalam kombucha dapat mengurangi peradangan dalam tubuh juga membantu mencegah serangan jantung dan stroke.

Nutrisi dalam Float Kombucha
Kandungan nutrisi dalam float kombucha tentu akan bervariasi berdasarkan bahan dan cara pembuatannya. Misalnya dari jenis teh, SCOBY, jumlah gula yang ditambahkan, waktu fermentasi dan lain-lain. The Journal of Food Science menunjukkan bahwa setelah 15 hari fermentasi kombucha umumnya mengandung asam organik, vitamin B, vitamin C dan polifenol teh. Kandungan kalori kombucha lebih rendah dibanding minuman berkarbonasi lainnya.

Misalnya dalam satu gelas kombucha seberat 8 ons mengandung 25 kalori dan 6 gram gula, bandingkan dengan 7.5 ons minuman berkarbonasi biasa yang mengandung 90 kalori dan 25 gram gula. Kombucha bisa menjadi minuman alternatif yang lebih menyehatkan bukan. Supaya menjadi lebih nikmat bisa juga ditambahkan dengan setengah cangkir susu beku atau non-susu, dengan itu Anda mungkin menambahkan 200 kalori dan 21 gram gula. Totalnya dalam 16 ons kombucha dan setengah cangkir es krim vanilla akan menghasilkan sekitar 200-250 kalori dan 20-30 gram gula. Jika Anda ingin mencoba membuat float kombucha yang lebih sehat Anda bisa memilih kombucha yang rendah gula.

2782total visits,14visits today

,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *