IMG-LOGO
Lain-lain

11 Penyebab & Cara Mengatasi Buah & Sayur Yang Cepat Membusuk

14 December 2017

Proses Pembusukan Pasti Terjadi Yang Kita Lakukan Adalah Memperlambatknya Sedini Mungkin Hingga Manfaat Aslinya Benar-Benar Ke Tangang Konsumen

Tanaman adalah makanan yang kaya dengan antioksidan, serat, vitamin dan mineral. Mengkonsumsinya setiap hari adalah sebuah solusi praktis untuk menjaga daya tahan tubuh tetap prima. Dampak baik dari kebiasaan ini, yakni mikroorganisme yang menyerang tubuh tidak dapat berbuat apa-apa karena sistem imun telah menjagamu secara lebih ketat. Sehingga sekalipun sehari-hari terpapar dengan virus, bakteri dan jamur, tetap tidak menimbulkan masalah kesehatan. Justru paparan dengan kuman melatih daya tahan tubuh untuk dipersiapkan melawan pengganggu lainnya.

Faktor yang menyebabkan buah dan sayur mudah membusuk sehingga tidak layak konsumsi

Cepat tidaknya buah dan sayur yang dibeli mengalami proses pembusukan disebabkan oleh berbagai faktor. Ini dimulai dari proses penanaman saat petani menyemaikan, merawat, memupuk, menyiram hingga menunggu selama berhari-hari, berminggu bahkan dalam beberapa bulan (untuk jenis sayuran) dan tahun (untuk jenis buah-buahan dari golongan pohon). Setelah itu ditentukan juga saat proses pemetikan (penuaian), pengemasan, pengiriman hingga penjualan oleh para pedagang. Berikut beberapa faktor penyebab yang kami maksudkan.

Dalam Masa Tanam Sebelum Sampai Ke Tangan Penjual (distributor)

Berikut ini faktor-faktornya:

Faktor Pertama, Tidak Diambil dari Bibit Unggul.

Petani kurang jeli menentukan bibit terbaik lalu memilih secara serampangan sehingga besarnyapun tidak memberikan hasil maksimal.

Faktor Kedua, Akibat Serangan Hama

Ada begitu banyak hama serangga yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman anda terutama dalam proses pembuahan. Serangga yang sering menyebabkan pembusukan dari dalam adalah lalat buah (dalam bentuk larva). Dimana lalat ini menyerang tanaman holtikultura dan tanaman pohon semasa pembungaan. Saat hinggap pada bunga sekalian si lalat ini meletakkan telurnya pada putik sehingga secara tidak sengaja masuk ke dalam dan tumbuh seiring dengan besarnya komoditas tersebut. Pada akhirnya larva si lalat ini akan tumbuh, berkembang dan menjadikan dagingnya sebagai sumber makanannya hingga menjadi dewasa.

Faktor Ketiga, Karena Serangan Mikroorganisme

Kuman dapat merusak buah dan sayur secara bertahap hingga menyebabkan pembusukan masif. Beberapa jenis bakteri yang kami maksud adalah Erwinia carotovora, jamur botryodiplodia theobromae penz dan lain sebagainya.

Faktor Keempat, Pemilihan pupuk yang kurang baik

Petani benar-benar embutuhkan yang namanya pupuk yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh tanaman sehingga sekalipun ada serangan dari hama dan kuman semuanya itu bisa dikendalikan sepenuhnya.

Faktor Kelima, Proses pemetikan buah yang menyebabkan luka pada kulit buah

Tahukah anda bahwa kulit berfungsi untuk melindungi bagian yang lembut di dalamnya? Peran ini seperti tameng bagi seorang tentara di medan perang. Jadi ketika proses pemetikan yang dilakukang kurang hati-hati maka kerusakan pada kulitnya dapat mempercepat proses pembusukan.

Faktor Keenam, Pemetikan yang terlalu muda atau terlalu masak

Pemetikan buah dan sayur yang dilakukan lebih awal dapat mengganggu proses pematangan dan membuatnya rentan dengan serangan mikroorganisme selama proses distribusi dan transportasi. Sedangkan pemetikan yang terlalu lambat dapat mempersingkat waktu pembusukannya. Oleh karena itu, tahapan ini butuh pengalaman tentunya

Faktor Ketujuh, Dalam Proses Pengemasan

Teknik pengemasannya harus benar-benar memadai. Kita tahu bahwa buah sekalipun telah dipetik dan dikemas, tetap memiliki klorofil yang aktif untuk berespirasi. Ketika zat hijau daun kontak dengan udara luar maka oksiden disana akan diubah menjadi H2O, keadaan ini justru merugikan pihak distributor karena beresiko menyebabkan buah dan sayur lebih cepat busuk. Itulah mengapa beberapa distributor melakukan transportasi dalam bungkusan plastik ketat untuk mencegahnya kontak dengan udara bahkan terkadang dikemas dalam kantong yang hampa udara sehingga tidak mudah busuk.

Faktor Kedelapan, Proses Penyimpanan

Tempat penyimpanan buah dan sayur yang tidak aman dan efektif di tangan distributor/pedagang dapat membusukkan komoditas ini. Apakah wadah yang digunakan sudah steril atau apakah tempat penyimpanannya sudah bebas dari bakteri dan jamur pembusuk? Keadaan ini jelas akan sangat mempengaruhi panjang pendeknya waktu penyimpanan agar tidak sampai merusak strukturnya baik dari luar maupun dari dalam.

Faktor Kesembilan, Cara Penyimpanan

Sesaat setelah buah dan sayur sampai ke tangan konsumen maka yang menentukan ketahanan komoditas ini adalah tempat penyimpanannya. Semakin baik tempatnya maka semakin tahan lama akan tetapi semakin rentan tempat penyimpanan itu, maka semakin cepat pula busuknya.

Faktor Kesepuluh, Pencucian yang terlalu dini

Tahukah anda bahwa sayur dan buah memiliki sel-sel imun dibagian terluar kulitnya? Jika anda mencuci keduanya padahal tidak segera dimakan makan sel-sel imunologis (antioksidan) yang terkandung pada permukaannya akan luntur sehingga melemahkan terutama saat serangan kuman datan dari udara dan lingkungan tempat penyimpanan yang tidak higienis dan lembab.

Faktor Kesebelas, Memang sudah waktunya busuk

Buah dan sayur juga makhluk yang tidak abadi. Ini sudah hukum alam kecuali yang sintetis. Semakin lama waktu berlalu maka semakin banyak enzim amilase, protease dan enzim pembusuk lainnya dihasilkan. Pada akhirnya proses degradasi tidak dapat lagi ditolak bahkan sekalipun anda berusaha untuk membuatnya tahan lama, semua sia-sia belaka.

Cara Mengatasi Agar Buah dan Sayur Tidak Cepat Busuk

Usaha ini harus disejajarkan mulai dari proses penanaman, perawatan, pemberian pupuk, pemetikan, pendistribusian, penyimpanan hingga sampai ke tangan konsumen. Semakin higienis, efektif dan tertata rapi proses tersebut maka semakin lama pula rentan waktu sampai benar-benar busuk. Metode yang kami tampilkan beriku ini tidak hanya dapat diterapkan pada berbagai jenis tanaman buah melainkan juga dapat diterapkan pada berbagai jenis sayuran. Berikut beberapa cara mengatasi dan menghentikan sementara proses pembusukan dini.

Menggunakan bibit unggul yang tahan hama dan penyakit

Pastikan anda telah melalui proses seleksi yang ketat sebelum memilih bibit terbaik. Belajarlah dari pengalaman bertani selama ini atau dari asumsi-asumsi sesama petani yang dianggap “ada baiknya dicoba”. Atau jika mau yang praktis maka silahkan membeli bibit di toko pertanian terdekat.

Perhatikan Kesehatan Tanaman dari Hama

Baik tanaman palawija maupun tanaman pohon sama-sama memiliki hama (serangga) yang beresiko mengganggu pertumbuhan dan proses pembuahan. Oleh karena itu, sebaiknya petani menggunakan cara alami untuk membasmi serangga pengganggu, misalnnya dengan menyemprotkan tanaman dengan larutan garam dengan kadar tertentu.

Melawan Hama Dengan Musuh Alaminya

Anda dapat memanfaatan predator dari serangga pengganggu tersebut untuk mengeliminasinya dari sekitar lahan pertanian. Misalnya dengan memanfaatkan laba-laba, jangkrik, burung dan lain sebagainya. Biarkan predator ini hadir dan berpatroli di sekitar tanaman anda.

Perhatikan Kesehatan Tanaman Dari Serangan Kuman

Saat tanaman mengalami kelainan, anda harus sigap dan segera mengamati baik-baik bagian-bagian yang sakit pada tumbuhan tersebut. Potong bagian ini lalu singkirkan jauh-jauh dari area tanam. Kemudian anda dapat menyemprotkan larutan garam isotonik ke area yang mengalami cidera. Tahukan anda bahwa sebagian besar tubuh makhluk hidup (termasuk tumbuhan) terdiri dari natrium (terutama bagian yang keras) dan khlor (pada bagian yang lembut). Kedua jenis ion ini ditemukan dalam jumlah banyak dalam tubuh makhluk hidup dan berperan penting dalam proses regenerasi sel.

Gunakan Pupuk Terbaik

Tidak perlu jauh-jauh mencari pupuk terbaik di dunia. Bahan tambahan ini tidak ada di Amerika atau di Inggris atau di Rusia melainkan bahan ini ada di lautan. Garam adalah bahan tambahan yang sangat dibutuhkan oleh semua jenis makhluk hidup di bumi ini. Pada dasarnya segala unsur hara tanaman telah dibawa jauh oleh aliran air permukaan ke sungai-sungai hingga akhirnya bermuara ke lautan. Oleh karena itu baik bagi anda untuk senantiasa menyiramkan tanaman dengan garam isotonik yang ada manis-manisnya. Tidak hanya berperan untuk mencegah pembusukan. Senyawa yang satu ini juga sangat bermanfaat untuk membuat buah tetap manis di lidah. Pemberiannya satu sendok per satu minggu. Atau bisa juga diberikan setiap hari asalkan dalam kadar isotonik yaitu yang rasanya agak manis. Ada baiknya jika anda bereksperimen sendiri.

Menjaga Proses Pemetikan Buah

Berhati-hatilah saat memetik hasil jerih lelah anda selama ini. Hindari menyebabkan perlukaan pada permukaannya. Sebab kulit adalah perisai dari serangan mikroba jahat. Ada baiknya jika anda memanen tidak terlalu dini dan tidak terlalu telat. Hal-hal yang berlebihan atau kekurangan biasanya tidak mendatangkan manfaat positif pada hasil tuaian yang diperoleh.

Kemasan Buah dan Sayur

Jika ingin segera dijual, maka tidak perlu proses pengemasan yang rumit. Akan tetapi jika anda membutuhkan waktu distribusi yang tidak singkat maka perhatikanlah hal-hal berikut:

  • Gunakan wadah yang higienis dan kering
  • Jagalah jarak antara sehingga tidak terlalu sempit lalu menyebabkan kerusakan
  • Usahakan untuk tidak kontak dengan udara langsung. Membungkus dengan plastik hampa udara
  • Hindari menumpuk terkecuali jika telah dikemas pada wadah dengan struktur kerasa
  • Selama proses transportasi tidak perlu buru-buru mengemudi sebab goncangan keras dapat menyebabkan kerusakan pada permukaannya.

Selama Proses Penyimpanan

  • Gunakan wadah penyimpanan yang higienis
  • Simpan di tempat yang sejuk dan kering
  • Hindari dari paparan sinar matahari langsung
  • Awasi dari serangga pengganggu dan binatang pengerat
  • Semprotkan di pagi hari dengan larutan garam.

Garam adalah pengawet. Akan tetapi kami tidak tahu pasti berapa kadar agar buah dan sayur tetap awet selama proses distribusi/penjualan. Silahkan coba sendiri teman, itu bisa saja pada kadar 1%, 2%, 3.5% atau lebih lagi. Selain mencegah pembusukan oleh mikroorganisme. Garam juga dapat membuat serangga dan binatang pengerat menjauh dari barang dagangan anda.

Tempat Penyimpanan

Sepulangnya dari pasar/toko/kios/warung, dimana anda menyimpan buah dan sayur setelah sampai di rumah? Wadah yang digunakan sangat menentukan daya tahan komoditas ini.

  • Letakkan di wadah yang kering dan bersih (higienis).
  • Boleh di letakkan di ruangan terbuka jika segera dikonsumsi.
  • Hindari mencuci permukaannya jika tidak segera dimakan.
  • Jika terletak dalam kemasan plastik hampa udara maka pertahankan itu selama belum dikonsumsi.
  • Penyimpanan di kulkas dapat dilakukan jika tidak segera dimakan.
  • Khusus untuk sayuran, bungkus rapi dengan koran sebelum dimasukkan ke dalam kulkas.
Total Page Visits: 895 - Today Page Visits: 6

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Unduh aplikasi kecipir.com untuk belanja lebih mudah