IMG-LOGO
Lain-lain

Panduan Pola Makan Untuk Penderita HIV AIDS

8 December 2017

Seseorang yang terinveksi HIV/AIDS membutuhkan asupan makanan yang seat dan seimbang. Diet untuk penderita HIV baik dilakukan sebagai upaya untuk mempertahankan status gizi dan juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Virus HIV dapat memperlemah sistem kekebalan tubuh sehingga penderitanya membutuhkan banyak karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral untuk membantu melawan penyakit.

Berikut ini merupakan Prinsip dasar diet untuk penderita HIV/AIDS.

Karbohidrat

Kebutuhan karbohidrat bagi penderita HIV/AIDS adalah sekitar 60%. Untuk mendapatkan kebutuhan karbohidrat tersebut, bisa didapatkan dari:

  • Konsumsi buah-buahan dan sayuran sebanyak 5-6 porsi per hari.
  • Pilih berbagai jenis sayuran dan buah-buahan dengan warna yang berbeda, sehingga Anda bisa mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
  • Pilih karbohidrat dengan serat tinggi, seperti beras merah dan quinoa, gandum, oat dan masih banyak lagi.
  • Batasi konsumsi makanan mengandung gula sederhana seperti permen, biskuit, es krim, kue manis.

Lemak

Lemak memberikan energi tambahan untuk beraktivitas. Pilihlah makanan yang mengandung lemak baik dibandingkan lemak jahat. Lemak baik tersebut banyak terdapat di kacang-kacangan, biji-bijian, alpukat, ikan berlemak, minyak zaitun, minyak kenari, minyak jagung, minyak biji bunga matahari

Bagi penderita, dianjurkan untuk batasi konsumsi daging berlemak, ayam dengan kulit, mentega dan minyak kelapa sawit. Kebutuhan lemak untuk penderita HIV/AIDS adalah 30% dari total kebutuhan kalori per hari, usahakan untuk memenuhi 10% kebutuhan lemak dari lemak tak jenuh tunggal (lemak baik).

Kalori

Kebutuhan kalori bagi penderita HIV/AIDS per hari adalah sekitar:

  • 17 kalori x 0.5 Kg berat badan, jika Anda sedang menjaga berat badan
  • 20 kalori  x 0.5 Kg berat badan, Jika Anda mempunyai infeksi
  • 25 kalori x 0.5 Kg berat badan, jika Anda mengalami kehilangan berat badan

Semakin seseorang penderita mengalami banyak penurunan berat badan atau mengalami komplikasi, semakin banyak pula kalori yang dibutuhkan.

Vitamin dan Mineral

Orang dengan HIV/AIDS membutuhkan lebih banyak vitamin dan mineral untuk membantu memperbaiki sel-sel dan jaringan tubuh yang rusak. Selain itu, vitamin dan mineral juga dibutuhkan untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh  penderita. Beberapa vitamin dan mineral yang banyak dibutuhkan oleh orang dengan HIV/AIDS adalah:

  • Vitamin A dan Betakaroten, yan bisa didapatkan dari sayuran dan buah berwarna hijau tua, kuning, orange dan merah serta dari hati, telur dan susu.
  • Vitamin B, bisa diperoleh dari daging, ikan, ayam, kacang-kacangan, biji-bijian, alpukat dan sayuran berwarna hijau.
  • Vitamin C, bisa didaptkan dari jeruk, kiwi dan jambu biji.
  • Vitamin E, bisa diperoleh dari sayuran berwarna hijau, kacang-kacangan dan minyak nabati.
  • Zat Besi, bisa didapatkan dari sayuran berdaun hijau, daging merah, hati, ikan, telur, seafood, gandum.
  • Selenium, bisa didapatkan dari kacang-kacangan, biji-bijian, unggas (ayam,bebek), ikan, telur dan selai kacang.
  • Seng, bisa diperoleh dari daging, unggas, ikan, susu dan produk susu, serta kacang-kacangan.

Protein

Protein bisa didapatkan dari hewan maupun tumbuhan, seperti ayam, daging, ikan, susu, telur, kacang-kacangan dan biji-bjian. Pilihlah daging tanpa lemak, daging ayam tanpa kulit dan susu rendah lemak.

Kebutuhan protein yang dibutuhkan bagi penderita HIV/Aids adalah:

  • 100-150 gram per hari untuk pria yang positif HIV
  • 80-100 gram per hari untuk wanita yang positif HIV
  • Tidak lebih dari 15-20% dari kebutuhan kalori per hari jika juga memiliki penyakit ginjal. Asupan protein dibatasi karena asupan protein yang terlalu banyak dapat memperberat kerja ginjal.

Air

Minum air secara rutin juga dibutuhkan bagi penderita untuk membantu metabolisme nutrisi dari makanan yang masuk ke tubuh Anda. Selain itu, tambahan konsumsi air juga dibutuhkan untuk:

  • Mengurangi efek samping obat
  • Membantu tubuh dalam mengeluarkan sisa-sisa obat yang telah digunakan oleh tubuh atau membuang racun dalam tubuh Anda
  • Mencegah dari dehidrasi, mulut kering dan sembelit
  • Membantu mengurangi kelelehan yang dirasakan penderita.

Setidaknya, penderita HIV/AIDS harus minum sebanyak 8-10 gelas per hari. Namun, terkadang membutuhkan cairan lebih banyak dari ini. Sebaiknya ingat untuk selalu minum dan jangan sampai merasa kehausan.

Sumber:

Derrer, David T. (2014). Nutrition and HIV/AIDS. [online] WebMD. Available at: http://www.webmd.com/hiv-aids/guide/nutrition-hiv-aids-enhancing-quality-life#1

HIV InSite. (2011). Diet and Nutrition. [online] University of California, San Francisco. Available at: http://hivinsite.ucsf.edu/insite?page=pb-daily-diet

FAO. (2002). Living well with HIV/AIDS. [online] FAO. Available at: http://www.fao.org/docrep/005/Y4168E/y4168e06.htm

 

Total Page Visits: 296 - Today Page Visits: 2

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Unduh aplikasi kecipir.com untuk belanja lebih mudah