IMG-LOGO
Pertanian Organik dan Zero Waste

5 Cara Mengubah Sampah Dapur Jadi Manfaat Kebun

11 September 2018
sampah dapur

Siput dapat merusak sayuranmu, gunakan sisa minuman fermentasi untuk menyingkirkan mereka.

Hampir semua orang tahu, bahwa sampah organik dapur mudah diubah menjadi sumber makanan nabati.  Prosesnya kita kenal dengan istilah pengomposan.  Jika lebih jeli, sebenarnya banyak barang-barang lain (non organik) yang dapat kita manfaatkan juga untuk berkebun.  Ada banyak limbah rumah tangga yang dapat kita optimalkan untuk menghijaukan kebun.

Manfaat 5 Sampah Organik & Non Organik dari Dapur

Tanaman di kebun tidak akan luput dari serangan hama.  Beberapa jenis dari sampah dapur ini dapat kita manfaatkan untuk membasmi hama di kebun.  Beberapa lainnya, bisa digunakan sebagai penambah nutrisi untuk tanaman.  Yuk simak cara memanfaatkan 5 sampah yang sering kita hasilkan dari dapur:

1. Minuman Fermentasi Untuk Umpan Siput

Setiap minuman berfermentasi menggunakan ragi.  Karena siput dan bekicot tertarik pada ragi, tukang kebun telah lama menggunakan minuman berfermentasi sebagai umpan — dan sebagai perangkap kematian.  Untuk membuat perangkap siput, cukup isi wadah yang dangkal dengan bir atau sejenisnya, dan tinggalkan di kebun.  Moluska berlendir akan menemukan jalan masuk ke dalam perangkap.  Hama siput pun segera tersingkirkan.

2. Botol Tua Sabun Cair Sebagai Pengendali Hama Organik

Kadang-kadang kita membeli lebih banyak perlengkapan mandi daripada yang kita butuhkan.  Yang berarti kita tidak selalu menggunakan setiap tetes terakhir dari sabun lavender organik di kamar mandi.  Untungnya, sabun cair adalah insektisida organik yang sangat efektif untuk serangga berbadan lunak.  Seperti kutu daun, kutu tepung, lalat putih, dan tungau.  Cukup campurkan satu sendok teh sabun (semua varietas alami) dengan 1 liter air, lalu semprotkan ke hama sasaran.  

3. Karton dan Koran Untuk Pengendali Gulma

Punya petak rumput jelek yang ingin diubah menjadi kebun?  Ambil tumpukan koran, karton, atau kardus bekas yang Cipers miliki.  Lalu letakkan  lembaran karton/kardus/koran di atas vegetasi.  Agar tidak tertiup angin, tutup lembaran tersebut dengan mulsa alami, seperti serpihan kayu atau jerami.

Lembaran karton yang Cipers dikenal dengan nama “mulsa lembaran”.  Penggunaan mulsa memang efektif untuk mengendalikan rumput liar (gulma).  Teknik mulsa lembaran akan membunuh gulma sekaligus membuat kompos di tempatnya.  Setelah beberapa minggu, kita bisa mulai menanam bibit  dengan cara membuat lubang kecil di lapisan mulsa lembaran tersebut.  

4. Suplemen Kulit Telur Untuk Tomat

Kamu bisa menambahkan kulit telur ke dalam tumpukan kompos.  Kulit telur sangat cocok digunakan sebagai pupuk untuk tanaman yang membutuhkan kalsium tinggi.  Tomat misalnya, tanaman ini sering kekurangan kalsium ketika ditanam dirata-rata tanah kebun.  Banyak petani berbagi pengalaman bahwa mereka menaburkan selusin remukan cangkang telur di sekitar akar tomat.  Aplikasi kulit telur dapat mencegah penyakit busuk buah dan menghasilkan rasa tomat yang lebih enak.

5. Pupuk Cair dari Urin

Harus diakui, jenis pupuk yang satu ini rekomendasi khusus untuk para pekebun hardcore 🙂  Urin sangat tinggi nitrogen, yang merupakan nutrisi terpenting untuk pertumbuhan tanaman.  Jika ingin menggunakannya sebagai pupuk, kamu harus melarutkan urin dengan air dengan perbandingan minimal 1:4.  Kebanyakan penggemar pupuk urin hanya mengumpulkannya dalam ember atau toples mason.  Gunakan pupuk urin ini sesegera mungkin untuk menghindari gangguan dari baunya.

Sumber: Modern Farmer

Baca juga, “Saung Bambu Alam, Bidadari Pertanian Organik Desa Ciputri”

Total Page Visits: 376 - Today Page Visits: 4

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Unduh aplikasi kecipir.com untuk belanja lebih mudah