IMG-LOGO
News

Altruisme, Pilihan Agar Tetap Sehat dan Bahagia

24 April 2020

altruisme

Cipers pasti sering mengalami ini, tersenyum lega dan merasa damai usai melakukan kebaikan.  Kamupun pasti pernah terkaget-kaget. Ketika suatu waktu, menerima balasan dari sikap baik yang bahkan sudah kamu lupakan.

Altruisme adalah sikap berbuat jasa kepada orang lain.  Perbuatan baik yang tidak mengharapkan pamrih.  Sikap ini muncul akibat rasa peduli kita terhadap orang lain.

Selain menimbulkan rasa bahagia, menjalankan perintah berbuat baik dapat memberikan dampak positif terhadap tubuh.  Sikap altruisme memicu produksi hormon baik dan menghindarkan diri dari penyakit berat.  Bahkan dapat memperpanjang usia pelakunya.

Baca juga “Kecipir Bantu Driver Ojek Berjuang di Tengah Wabah”

Altruisme dan Rasa Sakit

Rasa sakit dapat berkurang akibat aktivitas hormon endorfin.  Hormon ini adalah “morfin” alami yang diproduksi oleh  kelenjar pituari dan sistem saraf pusat manusia.  Selain mengurangi rasa sakit, hormon ini juga dapat berfungsi sebagai penenang.

Produksi endorfin dipicu oleh berbagai hal.  Salah satunya adalah dengan berbuat baik.  Berdasarkan studi ini, rasa sakit akan berkurang saat kita melakukan tindakan baik.

alturisme

Mereka meneliti dua jenis sikap altruisme, yakni mendonorkan darah dan memberi sumbangan untuk korban gempa bumi.  Hasilnya, hampir semua relawan mengaku bahwa rasa sakit yang mereka alami terasa lebih ringan dibanding kelompok pembanding.  Bahkan, saat mereka tahu bahwa sumbangan yang diberikan dapat membantu, respon otak terhadap rangsangan rasa sakit semakin berkurang.

Sehat dan Bahagia dengan Berbuat Baik

Studi lain diakukan oleh Stephen G. Post. Ia menjabarkan berbagai penelitian terkait hubungan antara altruisme, kebahagiaan, dan kesehatan.  Hasilnya, terdapat korelasi yang cukup kuat antara kesejahteraan, kebahagiaan, kesehatan, dan umur panjang dengan orang-orang yang bersikap welas asih.  Dengan catatan, pelaku altruisme tidak merasa “kewalahan” saat melakukan tindakannya tersebut.

Sebagai contoh, tim peneliti dari Cornell University mengamati 427 wanita yang menikah dan menjadi ibu.  Mereka melakukan pengamatan selama 30 tahun.  Mereka mengira ibu rumah tangga dengan jumlah anak lebih banyak akan mengalami rasa stres yang lebih besar dan meninggal lebih awal.

Menariknya, faktor jumlah anak, pendidikan, status pekerjaan, dan kelas sosial justru tidak mempengaruhi panjang usia mereka.  Peneliti menemukan fakta, bahwa 52% dari wanita yang tidak terlibat dalam kegiatan sosial menderita penyakit berat.  Sebanyak 36% wanita yang aktif dalam kegiatan sosial tidak mengalaminya.

altruisme

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa orang tua yang aktif menjadi sukarelawan dapat hidup lebih lama.  Kegiatan altruisme juga dapat menurunkan angka kematian dini hingga 44% di kalangan pekerja sosial.  Karenanya, Post menyimpulkan bahwa sangat baik jika kita memilih untuk terus berbuat baik.

Pilihan Terbaik di Bulan Baik

Manfaat dari sikap altruisme tentu harus diimbangi dengan hal-hal baik lainnya.  Seperti memilih makanan yang baik untuk tubuh. Rutin berolahraga, dan melibatkan diri dalam lingkungan yang positif.

Sikap altruisme dapat diwujudkan dalam banyak hal, tidak melulu dengan sumbangan materi.  Salah satunya adalah tetap semangat dan tulus dalam menyediakan makanan berbuka serta sahur.  Kecipir telah memilihkan bahan makanan terbaik untuk dirimu dan keluarga.

Kamu tidak perlu khawatir akan pengaruh buruk pestisida yang terkandung di dalam sayuran.  Kamu juga pasti akan lebih bahagia, saat tahu bahwa proses belanjamu di Kecipir ternyata tidak menghasilkan sampah plastik.  Di bulan baik ini, ayo pilih yang terbaik untuk diri kita, keluarga, dan lingkungan!

Total Page Visits: 698 - Today Page Visits: 1

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Unduh aplikasi kecipir.com untuk belanja lebih mudah